Begini Cara Kerja Obat Maag Ranitidin yang Ditarik dan Disebut Picu Kanker Featured

Ditulis Oleh | Senin, 07 Oktober 2019 11:24 | Dibaca : 48 Kali | Terakhir Diperbaharui : Senin, 07 Oktober 2019 11:29
https://www.istockphoto.com https://www.istockphoto.com

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat maag ranitidin dari edaran karena diketahui tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA). NDMA sendiri dikaitkan dengan risiko kanker.


Dokter spesialis penyakit dalam dr. Etra Ariadno, SpPD dari RSAL Dr Mintohardjo mengatakan, obat maag ranitidin berfungsi untuk menghambat sekresi atau produksi asam lambung yang berlebih. Sehingga obat ini dapat meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka pada lambung.

"Ranitidin merupakan antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin (H2) pada sel parietal mukosa lambung yang berfungsi untuk mensekresi asam lambung. Ranitidin menghambat sekresi asam lambung dengan 2 mekanisme," ujarnya.

Mekanisme pertama, ranitidin menduduki reseptor H2 yang berfungsi menstimulasi sekresi asam lambung sehingga histamin yang diproduksi oleh sel ECL gaster dapat dihambat. Sedangkan mekanisme kedua, substansi lain seperti gastrin dan asetilkolin yang menyebabkan sekresi asam lambung akan berkurang efektifitasnya pada sel parietal jika reseptor H2 dihambat.

Jika asam lambung diproduksi secara berlebih, dinding lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan. Peradangan ini lah yang kemudian dapat berujung pada beberapa penyakit, seperti tukak lambung, tukak duodenum, sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan.

Sayangnya, hasil uji yang dilakukan BPOM terhadap sejumlah sampel menunjukkan, sebagian obat maag ranitidin mengandung cemaran NDMA dengan jumlah melebihi batas yang diperbolehkan, yaitu 96 mg/hari (acceptable daily intake).

 

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4737032/begini-cara-kerja-obat-maag-ranitidin-yang-ditarik-dan-disebut-picu-kanker

Jhon Kobun

 Web Administrator -  Staf Instalasi Farmasi - Dinas Kesehatan Kota Kupang

ifk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.